Rumah Pemotongan Hewan (RPH)

Rumah Potong Hewan adalah kawasan bangunan dengan desain dan konstruksi khusus yang memenuhi persyaratan teknis dan higiene tertentu yang digunakan sebagai tempat memotong hewan potong selain unggas untuk konsumsi masyarakat. Syarat syarat lokasi dan spesifikasi rumah potong hewan telah dibuat standarnya sesuai dengan SNI 01-69-1999.


Di area rumah potong hewan dilakukan 3 hal yaitu :
- Pemeriksaan Antemortem
- Pemotongan ternak
- Post mortem

Selain fasilitas untuk melakukan 3 hal tesebut, rumah potong hewan juga dilengkapi dengan kandang penampung hewan sementara, dan proses limbah cair (IPAL) dan incinerator.

A. Pemeriksaan Antemortem
Pemeriksaan antemortem merupakan pemeriksaan pada hewan ternak sebelum disembelih. Setiap hewan ternak yang kondisinya dicurigai berpenyakit, terkontaminasi penyakit, akan dipisahkan. Selain itu ada juga pemeriksaan usia ternak, dan kondisi fisik pada ternak yang mungkin mengalami kendala fisik saat pengiriman. Pemeriksaan ante mortem dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada sisi sebelah kiri hewan, sisi sebelah kanan hewan, bagian depan dan kepala, bagin belakng (kaki dan anus).

B. Pemotongan ternak / hewan
Untuk hewan sapi, kambing, dan domba, penyembelihan dilakukan dengan sembelih pada bagian bawah leher, sehingga tenggorokan, vena jugularis, dan arteri carotis terpotong. Darah harus keluar secepatnya dan sebanyak-banyaknya . Jika darah tidak dikeluarkan sebanyak-banyaknya akan mempenaruhi kualitas daging, mulai warna daging,  pH daging, dan daging mudah membusuk. Saat penyembelihan, kemudian dilakukan proses pengulitas, pemotongan kepala, pengeluaran organ dalam(jeroan), pembelahan karkas,  dan pelayuan .

peralatan RPH


Proses pelayuan pada daging adalah penanganan daging segar setelah disembelih dengan cara menggantung dalam waktu tertentu  hingga daging di bawah suhu 8 derajat celcius.
Khusus untuk daging babi, pemotongan dilakukan dengan pemingsanan listrik. Proses selanjutnya seperti pengulitan tidak dilakukan. Pada pemotongan hewan babi, dilakukan perebusan suhu 58-60°C selama ± 4 menit. Setelah proses perebusan /scalding, dilakukan proses  dehairing untuk melepaskan bulu-bulu halus kulit

Pemeriksaan Post Mortem
Pemeriksaan Posmortem awal pada hewan yang telah disembelih secara umum diperhatikan hal hal sebagai berikut :
- Apakah ada memar, perdarahan atau perubahan warna pada karkas/daging (daging yang memar akan cepat busuk)
- Pembengkakan
- Warna karkas/daging
- Bau yang abnormal
Setelah itu dilakukan pemeriksaan Posmortem Pemeriksaan lanjutan untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Bagian kepala, yang diperiksa adalah : a. Lidah. b. Rahang dan langit-langit. c. Kelenjar getah bening. d. Otot pipi.
- Bagian perut, yang diperiksa adalah : a. Lambung, usus halus dan lympha. b. Hati. c. Ginjal. d. Uterus (padda betina).
- Bagian dada, yang harus diperiksa adalah : a. Paru-paru. b. Jantung.
- Kelenjar susu, testis dan penis

Save

Save